Friday, October 24, 2008

Kemenangan melalui Rosario

Bonda Maria merayu dan mendesak agar umatnya berdoa Rosario setiap hari. Rosario adalah umpama pedang atau senjata yang digunakan oleh Bonda kita untuk menghapus ajaran sesat dan kesyaitanan yang berleluasa. Melalui Rosario, banyak kali dunia telah dapat diselamatkan. Melalui Rosario juga, kemarahan Tuhan dapat diredakan dan manusia diselamatkan dari ditimpa malapetaka dan bencana alam yang dashyat.

Lepanto 1571
Beberapa kurun dahulu, bangsa Turki hampir menawan seluruh Eropah dan hampir melenyapkan ugama Kristian di tanah itu. Apabila keadaannya menjadi seperti putus-asa dan hanya menunggu pada kekalahan, Paus Santo Pius V mengumumkan satu ‘Perjuangan Rosario’ (sama seperti Perang salib). Dia mendesak umat Katolik dimana sahaja berdoa Rosario setiap hari dan meminta pertolongan dari Maria agar Eropah menang dalam peperangan itu. Apabila peperangan bermula, para perajurit dengan iman diletakkan pada Rosario bertempur dengan memegang pedang disatu tangan dan Rosario disatu tangan lagi. Sejarah kemenangan Lepanto ini telah melahirkan Hari besar Rosario Kudus yang jatuh pada October 7 setiap tahun. Dalam peperangan Lepanto ini, walaupun jumlah kapal Kristian adalah jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah kapal bangsa Turki Armada, tetapi kemenangan tetap dapat dicapai – melalui kuasa doa Rosario.

Hiroshima 1945
Pada Ogos 6, 1945, rektori gereja Our Lady of Assumption di Hiroshima masih kekal berdiri walaupun bom atomik telah membunuh seramai 200,000 orang di bandar itu. Gereja yang terletak bersebelahan dengan rektori itu hancur berkecai dan tidak ada satu pun yang terselamat selain rektori itu. Jalanraya dibandar itu pun semuanya telah hancur. Yang terselamat adalah rektori itu dengan 4 orang paderi yang berada didalam nya semasa bom atomik jatuh ke bandar Hiroshima. Dalam rektori ini, paderi-paderi berdoa Rosario setiap hari. Kuasa doa Rosario telah menyelamatkan mereka dari malapetaka yang ngeri ini.

Austria 1955
Satu lagi kuasa Rosario – Pada tahun 1955, Negara Russia melepaskan negara Austria (Negara yang ditawannya) tanpa pertumpahan darah langsung. Tiada seorang pun yang dibunuh dan tiada sebutir pun peluru yang keluar. Ia adalah satu-satunya sejarah dimana Militan Atheistik Marx keluar dari negara yang ditawannya dengan aman sekali. Kemenangan ini dicapai kerana pada masa itu lebih kurang 10% (rakyat Austria yang berugama Katolik) dari rakyat Austria berdoa Rosario setiap hari. Melalui sejarah ini, Rosario membuktikan ianya lebih berkuasa dari senjata api ataupun bom segala macam. Tuhan dapat melembutkan hati orang Russia walaupun betapa keras dan kafir sekali pun jiwa mereka. Melalui Rosario, Tuhan mendengar doa kita kerana intersessi Bonda-Nya adalah sangat berkuasa.

Victories of the Rosary

Our Lady pleaded and insisted that people say the daily Rosary. Reparation holds back the hand of God from striking the world in just punishment for its many crimes. The Rosary is like a sword or weapon the Mother of God can use to cut down heresy and the forces of evil. It is most powerful, and many times has saved the world from bad situations like the one facing us today.

Lepanto 1571

A few centuries ago, the Turks were over-running all Europe and seemed on the verge of wiping out Christianity. When all seemed lost, Pope St. Pius V organized a Rosary Crusade. He asked Catholics everywhere to pray the Rosary to ask Our Lady to deliver them from imminent disaster. When the day of the great battle arrived, the Christian soldiers literally went into battle with swords in one hand and Rosaries in the other. Thus on October 7th, the Feast of the Most Holy Rosary, one of the greatest military upsets in all history, took place at Lepanto. The little Christian fleet, very greatly outnumbered, defeated the mighty Turkish Armada and Christianity was saved -- all through the power of the Rosary.


Hiroshima 1945

The Rectory of the Assumption of Our Lady Church in Hiroshima was left standing on August 6, 1945 after the atomic bomb killed 200,000 people in the city. The church next door to the rectory was completely demolished by the atomic blast. There was nothing left standing on the street outside. There was, in fact, no street outside. All that, too, was completely destroyed. Only the rectory stood amidst the surrounding rubble and four Catholic priests inside survived the first atomic blast. Indeed, Our Lady and Her Rosary are more powerful than even the atomic bomb.

Austria 1955

To give another example in our own time -- the Russian armies withdrew out of Austria in 1955, without one person being killed and without one shot being fired. It is the only time that the Militant Atheistic forces of Marxism have ever peacefully left a country in which they held power. This victory for the Catholic people of Austria is due to Our Lady and Her Rosary, because at that time ten percent of the people of Austria were praying the Rosary every day. The Rosary is more powerful than guns or bombs, as we can see from this example of Austria. God has the power to soften any human heart, as Scripture says, “The heart of the king is in the Hand of God." God, through the intercession of Our Lady, and through the prayer of the Holy Rosary, softened the hearts of the Russian rulers, and thus they gave Austria back its freedom.

Thursday, October 23, 2008

15 Janji Bonda Maria bagi yang setia berdoa Rosario

1. Mereka yang dengan setia mengabdi padaku dengan mendoakan Rosario, akan menerima rahmat-rahmat yang berdaya guna.
2. Aku menjanjikan perlindungan istimewa dan rahmat-rahmat terbaik bagi mereka semua yang mendoakan Rosario.
3. Rosario akan menjadi perisai ampuh melawan neraka. Rosario melenyapkan sifat-sifat buruk, mengurangi dosa dan memenaklukkan kesesatan.
4. Rosario akan menumbuhkan keutamaan-keutamaan dan menghasilkan buah dari perbuatan-perbuatan baik. Rosario akan memperolehkan bagi jiwa belas kasihan melimpah dari Allah, akan menarik jiwa dari cinta akan dunia dan segala kesia-siaannya, serta mengangkatnya untuk mendamba hal-hal abadi. Oh, betapa jiwa-jiwa akan menguduskan diri mereka dengan saranan ini.
5. Jiwa yang mempersembahkan dirinya kepadaku dengan berdoa Rosario tidak akan binasa.
6. Ia yang mendoakkan rosario dengan kusyuk, dengan merenungkan misteri-misterinya yang suci, tidak akan dikuasai kemalangan. Tuhan tidak akan menghukumnya dalam keadilan-Nya, ia tidak akan meninggal dunia tanpa persiapan; jika ia tulus hati, ia akan tinggal dalam keadaan rahmat dan layak bagi kehidupan kekal.
7. Mereka yang memiliki devosi sejati kepada Rosario tidak akan meninggal dunia tanpa menerima sakramen-sakramen Gereja.
8. Mereka yang dengan setia mendoakkan Rosario, sepanjang hidup mereka dan pada saat ajal mereka, akan menerima Terang Ilahi dan rahmat Tuhan yang berlimpah; pada saat ajal, mereka akan menikmati ganjaran pada kudus di syurga.
9. Aku akan membebaskan mereka, yang setia berdevosi Rosario, dari api penyucian.
10. Putera-puteri Rosario yang setia akan diganjari tingkat kemuliaan yang tinggi di syurga.
11. Kalian akan mendapatkan segala yang kalian minta daripadaku dengan mendoakkan Rosario.
12. Aku akan menolong mereka semua yang menganjurkan Rosario Suci dalam segala kebutuhan mereka.
13. Aku mendapatkan janji dari Putra Ilahiku bahwa segenap penganjur Rosario akan mendapat perhatian syurgawi secara khusus sepanjang hidup mereka dan pada saat ajal.
14. Mereka semua yang mendoakkan Rosario adalah anak-anakku, saudara dan saudari Putra tunggalku, Yesus Kristus.
15. Devosi kepada Rosarioku merupakan pratanda keselamatan yang luhur.


The 15 Promises of Our Lady to Christians Who Recite the Rosary

  1. Whoever shall faithfully serve Me by the recitation of the Rosary, shall receive signal graces.
  2. I promise My special protection and the greatest graces to all who shall recite the Rosary.
  3. The Rosary shall be a powerful armor against hell, it will destroy vice, decrease sin, and defeat heresies.
  4. It will cause virtue and good works to flourish; it will obtain for souls the abundant mercy of God; it will withdraw the hearts of men from the love of the world and its vanities, and will lift them to the desire of eternal things. Oh, that souls would sanctify themselves by this means.
  5. The soul which recommends itself to Me by the recitation of the Rosary, shall not perish.
  6. Whoever shall recite the Rosary devoutly, applying himself to the consideration of its sacred mysteries, shall never be conquered by misfortune. God will not chastise him in His justice, he shall not perish by an unprovided death; if he be just he shall remain in the grace of God, and become worthy of eternal life.
  7. Whoever shall have a true devotion for the Rosary shall not die without the Sacraments of the Church.
  8. Those who are faithful in reciting the Rosary shall have during their life and at their death the light of God and the plenitude of His graces; at the moment of death they shall participate in the merits of the saints in paradise.
  9. I shall deliver from purgatory, those who have been devoted to the Rosary.
  10. The faithful children of the Rosary shall merit a high degree of glory in Heaven.
  11. You shall obtain all you ask of Me by the recitation of the Rosary.
  12. All those who propagate the holy Rosary shall be aided by Me in their necessities.
  13. I have obtained from My Divine Son, that all the advocates of the Rosary shall have for intercessors, the entire celestial court during their life and at the hour of death.
  14. All who recite the Rosary are My sons, and brothers of My only son Jesus Christ.
  15. Devotion to My Rosary is a great sign of predestination.

Sejarah Rosario

Sejarah Rosario bermula dengan 150 Mazmur dari Testamen Lama Alkitab, yang mana juga dikenali sebagai Mazmur Daud pada masa itu. Dalam sejarah Katolik, para rahib menggunakan Mazmur ini sebagai doa harian mereka.

Santo Benedik, dalam Undang-undang kudusnya, menerangkan bahawa rahib di gurun membaca 150 Mazmur ini setiap hari. Santo Benedik meyusun Mazmur ini untuk rahibnya supaya kesemua Mazmur 150 itu dapat dihabiskan dalam masa seminggu. Ini kenudiannya menjadi ‘Divine Office’ atau Breveari yang mana didoakan oleh para paderi dan religius setiap hari sehinggalah aggiornamento diperkenalkan semasa Vatikan Konsilium II. Aggiornamento telah merevolusikan kedua-dua Breveari dan Liturgi.

Sejarah ‘Mazmur Maria’ ini dikatakan bermula dari rahib berbangsa Irish pada abad ke-7. Rahib ini membahagikan 150 Mazmur Daud itu kepada satu format, dimana terdapat tiga bahagian dengan setiap bahagian itu berjumlah 50. Penyusunan sedemikian bertujuan untuk menjadikan setiap 50 itu sebagai doa renungan, korporal atau penyesalan dosa.

Dalam abad pertengahan, devosi yang kuat terhadap Bonda Maria telah melahirkan “Rosario” sebagai tanda menghormatinya. Umat Kristian pada masa itu membuat Mazmur yang memuji Maria. Mereka membuat 150 Mazmur, sama jumlah dengan Mazmur Daud. Santo Anselm dari Canterbury (1109) telah membuat Rosario ini. Pada abad ke-13, Santo Bonaventure membahagikan Mazmur Maria ini kepada tiga bahagian. Bahagian pertama bermula dengan perkataan Ave, bahagian ke-2 bermula dengan perkataan Salve, dan bahagian terakhir bermula dengan perkataan Gaude. Doa Rosari pada masa itu dipanggil doa ‘Mazmur Maria’.

Mazmur Maria kemudiannya ditukar menjadi doa Salam Maria dan menggantikan Mazmur lama Maria. Sejak abad ke-13, Paderi Redemptoris iaitu James Galvin mencatitkan, “jumlah Aves telah menjadi 150 menyamai jumlah Mazmur Daud”.

Santo Tomas Aquinas menerangkan tentang Mazmur Daud, bahawa ianya mempunyai 150 Mazmur dibahagikan kepada tiga bahagian iaitu: dalam situasi penyesalan, situasi meminta keadilan dan situasi kebesaran/kegemilangan. Paderi Anthony Fuerst menerangkan lebih lanjut, “Rosario Maria juga dibahagikan kepada tiga bahagian, untuk menekankan fasa kehidupan setiap umat Krsitian iaitu: penyesalan, keadilan dan kegemilangan.

Syurga juga telah membuat deklarasi tentang Mazmur Maria ini. Pada tahun 1214, Bonda Maria telah menampakkan dirinya kepada Santo Dominik dan mengatakan “sebarkanlan Mazmur Saya” agar iman Kristian diteguhkan, agar pendosa bertaubat dan juga untuk menghancurkan ajaran sesat/ memyimpang dari ajaran Kristian yang sebenar. Santo Louis de Montfort menceritakan tentang kepentingan dan kekuatan doa Rosario dalam buku bertajuk “Rahsia Rosario”.

Dalam buku ini, Santo Louis mengatakan, “Semasa zaman ajaran sesat Albigensians sedang mengembang dan Santo Dominik melihat dosa-dosa umat Kristian pada masa itu semakin parah, dia terus memencilkan dirinya di hutan dekat Toulouse, tempat dimana dia berdoa tanpa putus selama 3 hari dan 3 malam. Semasa berdoa, Santo Dominik menangis dan membuat kerja-kerja pengorbanan yang bertujuan menurunkan kemarahan Tuhan. Dia mendisiplinkan dirinya sehingga tubuhnya penuh dengan luka dan jatuh koma.

Bonda Maria kemudian menampakkan dirinya, dengan diiringi oleh tiga malaikat dan mengatakan, “Wahai Dominik, kamu tahukah senjata apa yang diberikan oleh Tritunggal Kudus untuk menyelamatkan dunia?”

Santo Dominik ingin tahu dan Bonda Maria menjawap:

“Saya ingin kamu mengetahui, dalam peperangan sedemikian, doa Mazmur adalah batu asas dalam Testamen Baru. Oleh kerana itu, jika kamu ingin memenangi roh-roh yang sesat untuk Tuhan, sebarkanlah Mazmur Saya.”

Kata-kata Bonda Maria mempunyai dua poin yang utama:

  1. Dia menggunakan bahasa militan gereja (sama seperti memberi arahan semasa peperangan). Dia tidak menunjukkan sikap sentimental, seperti lagak ingin ‘menjaga hati seseorang atau kehormanian/ kesatuan pan-religius. Dia mengatakan ‘Rosario sebagai senjata terhadap ajaran sesat’.

  1. Dia menggunakan perkataan ‘Mazmur’ sebanyak dua kali, dimana Rosario adalah sebanyak 150 Aves dan berkaitan dengan Mazmur Daud.

Mengenai struktur tradisional Rosario pula, Msgr. George Shea menerangkan, “ Oleh kerana 150 Salam Maria itu berkait-rapat dengan 150 Mazmur Daud, Rosario yang lengkap kadangkala disebut Mazmur Bonda Maria. Nama ini digunakan untuk doa Rosario sehinggalah abad yang ke-15. Rosario sekarang adalah cuma satu pertiga dari Mazmur lama.

The History of Mary’s Psalter


The history of the Rosary is bound up with the 150 Psalms of the Old Testament, otherwise known as the Psalter of David. From the dawn of Catholic history, monks and hermits prayed these Psalms as part of their daily liturgical life.

Saint Benedict, in his Holy Rule, explains that the monks of the desert recited the 150 Psalms every day. Saint Benedict arranged the Psalms for his monks so that all 150 would be recited in one week. This became the Divine Office (Breviary) that priests and religious recited every day until the post-Conciliar aggiornamento revolutionized both Breviary and Mass.

The story of “Mary's Psalter” reportedly begins with the Irish monks in the 7th Century. These monks divided the 150 Psalms of David into a Na tri coicat format of three groups of fifty. Arranged in such a way, the “fifties” served both as reflective and corporal/penitential prayer.

The people of the Middle Ages, in their great love of Our Lady, set to fashioning “Rosariums” in Her honor. They composed Psalms in praise of Mary to match the 150 Psalms of David. St. Anselm of Canterbury (1109) made such a Rosary. In the 13th Century, St. Bonaventure divided his 150 Marian Psalms into three groups. The first group commenced with the word Ave, the next with Salve, and the final fifty Psalms commenced with the word Gaude. Such Rosaries of praise took the name of Our Lady's Psalter.

It was not long before the custom of reciting Hail Mary's became the substitute of reciting the Psalms in praise of Our Lady. “By the 13th Century”, writes the Redemptorist Father James Galvin, “the number of Aves was set at one hundred and fifty, to equal the number of the Psalms of David”.

Saint Thomas Aquinas explains that the Psalter of David, composed as it is of one hundred and fifty Psalms, is divided into three equal parts of fifty Psalms each. These three equal parts represent, figuratively, the three stages in which the faithful find themselves: the state of penance, the state of justice, the state of glory. Likewise, explains Father Anthony Fuerst, “the Rosary of Mary is divided into three parts of fifty Hail Mary's each, in order to express fully the phases of the life of the faithful: penance, justice and glory.”

Heaven Itself declared the immeasurable value of this Psalter. In 1214, Our Blessed Mother told Saint Dominic to “preach My Psalter” in order to rekindle faith, to convert sinners and to crush stubborn heresy. Saint Louis de Montfort tells the story in his magnificent work, The Secret of The Rosary.

“Saint Dominic,” writes Saint Louis, “seeing that the gravity of the peoples' sin was hindering the conversion of the Albigensians, withdrew to a forest near Toulouse where he prayed unceasingly for three days and three nights. During this time he did nothing but weep and do harsh penances in order to appease the anger of Almighty God. He used his discipline so much that his body was lacerated, and finally he fell into a coma.”

Our Lady then appeared to him, accompanied by three angels. She said, “Dear Dominic, do you know which weapon the Blessed Trinity wants to use to reform the world?”

Saint Dominic asked Her to tell him. Our Lady responded:

“I want you to know that, in this kind of warfare, the battering ram has always been the Angelic Psalter which is the foundation stone of the New Testament. Therefore, if you want to reach these hardened souls and win them over to God, preach My Psalter.”

Our Lady's words contain two special points of interest:

1) She uses the language of the Church militant. She does not speak of the Rosary in a sentimental manner, in order to achieve good feelings or pan-religious unity. No, She refers to it as a battering ram against heresy.

2) She twice uses the term “Psalter”, which is the Rosary designated as 150 Aves that link it to the Psalms of David.

Regarding the Rosary's traditional structure, Msgr. George Shea writes, “Because its 150 Hail Mary's correspond to the 150 Psalms of the Psalter, the complete Rosary is sometimes called Our Lady's Psalter. In fact, the latter was its common designation down to the end of the 15th Century, while ‘Rosary’ was reserved for a part, i.e., a third, of Our Lady's Psalter.”

Saturday, October 11, 2008

Dapatkan Sakramental secara percuma

Saya mengedarkan Sakramental yang berikut secara percuma. Kesemua Sakramental ini telah diberkati oleh seorang paderi.

1. Rosario

2. Skapula Perang

3. Skapula Hijau

4. Medal Mukjizat

5. Medal Santo Benedict


Jika inginkan Sakramental dengan penerangan lanjut mengenai Sakramental diatas, sila emelkan nama penuh dan alamat lengkap kepada avanusk@gmail.com. Setiap Sakramental hanya dihadkan kepada dua (2) setiap orang. Pemberian percuma ini hanya laku dalam negara MALAYSIA.


I am distributing the following Sacramentals for free. These Sacramentals have been blessed by a priest.


  1. Rosary
  2. Brown Scapular
  3. Green Scapular
  4. Miraculous Medal
  5. Saint Benedict Medal


For request of the Sacramentals and leaflets explaining the importance and use of the above, please email your full name and complete address to avanusk@gmail.com. Each request is limited to two (2) for each type of Sacramentals. This offer is good only in MALAYSIA.

What are Sacramentals?

Sacramentals do not save souls, but they are the means for securing heavenly help for those who use them properly. A sacramental is a sacred object or religious action which the Catholic Church, in imitation of the sacraments, uses for the purpose of obtaining spiritual favours especially through her prayer. A sacramental is anything set apart or blessed by the Church to excite good thoughts and to help devotion, and thus secure grace and take away venial sin or the temporal punishment due to sin.

Hello, I'm back...

It has been quite awhile since I last posted my writings. I have been quite busy with work and family for the past few weeks. When I am busy with these two things, I find it very difficult to concentrate on my writings especially when the topic that I write about is of utmost important. The month of October is the month of the Holy Rosary. There is no better word to describe the efficacy of the Holy Rosary than the following words by the Saints and the late Sr. Lucia.

“The Rosary is the weapon” – Saint Padre Pio

"Many Rosaries, many souls saved." - St. Maximilian Kolbe

“…the Most Holy Virgin in these last times in which we live has given a new efficacy to the recitation of the Rosary to such an extent that there is no problem, no matter how difficult it is, whether temporal or above all, spiritual, in the personal life of each one of us, of our families, of the families of the world, or of the religious communities, or even of the life of peoples and nations, that cannot be solved by the Rosary. There is no problem I tell you, no matter how difficult it is, that we cannot resolve by the prayer of the Holy Rosary.” – Sr. Lucia (one of the Fatima's seers)

Persevere in all trials and tribulations, keep and defend the true Catholic faith!

Queen of the Most Holy Rosary, Pray for us!

Agak lama sudah saya tidak membuat posting ke dalam blog saya. Kesibukan dalam mengurus hal kerja dan keluarga selama beberapa minggu yang lalu telah menyebabkan saya lembab dan tidak dapat memberi perhatian kepada blog ini. Saya sentiasa memandang berat dengan posting yang saya masukkan disini sebab ianya adalah berkenaan sesuatu yang sangat mustahak (suatu kerja yang saya anggap bukan kerja senang). Bulan Oktober adalah bulan Rosario Suci. Kepentingan berdoa Rosario dan kebaikan yang boleh diperolehi dari doa ini ada disampaikan oleh beberapa santo dan mendiang Sister Lucia.


Rosario adalah senjata kita” - Santo Padre Pio


“Banyak doa Rosario, banyak jiwa yang dapat diselamatkan” – Santo Maxmillian Kolbe


“…Perawan Maria mengatakan dalam zaman akhir ini, mereka yang berdoa rosari telah diberikan satu janji iaitu tidak ada masalah, walau betapa sulit, samada dari segi kebendaan atau terutamanya spiritual, dalam kehidupan peribadi seseorang, atau keluarga, atau keluarga diseluruh dunia, atau komuniti religius atau kehidupan sesiapa sahaja dan negara mana jua, yang tidak dapat diatasi oleh Rosario. Saya tekankan lagi, tidak ada masalah, walau betapa susah pun, yang tidak boleh diselesaikan melalui doa Rosario” - Sister Lucia


Dalam segala cabaran dan godaan, jagailah dan teguhkan lah iman Katolik yang sebenar!


Ratu Rosario yang amat suci, doakanlah kami!