Saturday, February 14, 2009

About the seminar at Puteri Karmel again…

I forgot to mention in my previous postings that there was one session (everybody meditated and all was quiet), the brothers would announce some of the sufferings or afflictions of the participants, revealed to them by the ‘holy spirit’. They then would give advices or consolation to the participants which were said to have come from God. This was NOT a one to one basis. No name was mentioned. It was more like...if it hits the nail in your head, then that message is for you.

Here’s the Q & A between me and some of the brothers and sisters of Puteri Karmel.

Q. How do you know what kind of sufferings or afflictions the participants have?
A. We don’t know – we just follow what the ‘holy spirit’ wants us to say…

Q. When you pray the ‘tongue language’, do you understand it?
A. …answer was not a firm ‘Yes’…and also not a firm ‘No’, so it’s the in-between…

Q. Is the strange language (coming from some participants) also a ‘tongue language’?
A. No, these people are facing some problems…

I asked myself …the participants for the seminars were not even told about the need to prepare a family tree record. If these records are to be presented to God, then the organizer of the seminar should have emphasized the importance of the accuracy of family tree records. If the participants were informed earlier about it, they could have made some preparations. Many families spent months or even years to make a complete and accurate family tree record. I recalled that I’d to struggle to complete my family tree (I didn't even know my grandparents' real name - always calling them 'aki' and 'ina' ) but when I looked around me, my aunt, my cousin and my friends, their family tree charts were worse! They didn’t even know what a family tree was. Most of the participants’ charts were partially completed and also inaccurate. Think about it – can these family tree records, which were mostly scribbled in pencils and hardly accurate, be used to free families from the bondage of generational curse???

A few years after the seminar, I bought a book, titled ‘Family Tree Explained’. It’s written by an author who is the chairman of a Catholic Charismatic Healing Ministry. I find this book to be very interesting. Here is an extract from the book that caught my attention…

…a person who dies in the state of mortal sin is condemned to Hell. The prayer sacrifices of the living faithful and the offering sacrifices in the Holy Eucharist being offered for that soul is of no use anymore, it can’t neither forgive nor remove that soul in Hell. There is no chance for that soul to be saved… (Note: This is the dogma of hell - part of the ‘Four Last Things’)

...because of this divine truth, a program of persistent devotion prayer sacrifice is consistently offered to the Sacred Heart of Jesus. And through this, members of the family tree concerned would voluntarily and wholeheartedly offer prayer sacrifice ...out of this sacrifice, graces or merits of grace, bondages or afflictions plaguing the family tree will be neutralized, if not, removed...

After reading this book, I asked myself…Which teaching about the breaking of family's evil bondage is right? My experience seems to imply that each charismatic group has its own set of doctrine…a novelty created by each charismatic leader based on his interpretation of the bible (?) and doctrine(?)...

Lagi Kisah Seminar di Puteri Karmel

Saya hampir lupa menyentuh satu pengalaman dimana kesemua peserta seminar akan bermeditasi dan dalam keadaan diam, brother-brother Puteri Karmel yang duduk didepan memimpin umat akan memberitahukan kepada peserta tentang masalah-masalah atau kesengsaraan yang dihadapi oleh peserta yang hadir pada masa sessi itu. Melalui inspirasi dari ‘roh kudus’, brother-brother akan memberikan kata-kata nasihat dan hiburan kepada peserta seminar. Tidak ada nama peserta yang disebut. Sesiapa sahaja yang merasakan masalah dan pesanan yang disebut oleh brother adalah betul, maka itu adalah untuk dirinya.


Berikut adalah soal-jawab semasa pertemuan saya dengan brothers dan sisters dari Puteri Karmel.


S. Bagaimanakah brother dapat mengetahui masalah-masalah atau kesengsaraan yang dihadapi oleh peserta seminar?

J. Kami tidak mengetahuinya – roh kudus yang memberitahukan kepada kami.

S. Semasa berbahasa roh, adakah kamu memahami maksud bahasa itu?

J. …tiada jawapan ‘ya’ yang kukuh dan juga tiada jawapan ‘tiada’ yang kukuh…

S.Adakah bahasa roh ‘aneh’ dari beberapa peserta seminar juga dianggap bahasa roh?

J. Tidak. Peserta ini mempunyai masalah mereka sendiri…


Saya membuat refleksi sendiri…mengapakah peserta tidak diberitahu lebih awal tentang keperluan menyediakan carta pohon keluarga semasa seminar. Jika diberitahu lebih awal, peserta boleh membuat persediaan dan dapat memberikan maklumat yang lebih tepat. Maka tidaklah susah untuk memikirkan tentang maklumat pohon keluarga lagi semasa seminar. Keluarga yang ingin membuat ‘reunion’ pun mengambil masa berbulan-bulan atau bertahun untuk menghasilkan satu pohon keluarga yang lengkap dan tepat. Saya masih ingat lagi betapa susahnya memikirkan nama moyang-moyang saya – nama datuk dan nenek saya yang sebenar pun saya kurang pasti kerana selalu memanggil mereka ‘aki’ atau ‘ina’. Apabila saya melihat sekeliling, saya mendapati sepupu saya, kakak sepupu dan kawan-kawan yang lain langsung tidak memahami apa sebenarnya pohon keluarga. Kebanyakkan carta pohon keluarga dari peserta tidak dibuat dengan lengkap dan hanya menggunakan pensel sahaja (menunjukkan kurang yakin pada maklumat yang diberikan). Carta inilah yang akan dipersembahkan dalam misa dan dikatakan boleh mematahkan kutukan generasi keluarga. Saya rasa ianya tidak sebegitu mudah…


Beberapa tahun kemudian selepas seminar itu, saya membeli sebuah buku, yang bertajuk ‘Pohon Keluarga: Dijelaskan’. Ianya ditulis oleh seorang yang merupakan ketua kepada Ministry Penyembuhan Katolik Karismatik. Buku ini amat menarik hati saya. Ada beberapa ungkapan dalam buku ini yang mendapat perhatian saya.


…seorang yang meninggal dunia dengan dosa mortal akan masuk ke neraka. Doa-doa penebusan dari orang-orang yang masih hidup dan misa yang dirayakan untuk roh ini tidak berguna lagi. Dosa-dosa mortal dari roh ini tidak akan dimaafkan dan rohnya tidak akan dapat keluar dari neraka lagi. Tidak ada lagi peluang penyelamatan untuk roh yang sudah masuk ke neraka…(Nota: Ini adalah dogma gereja Katolik tentang neraka, salah satu dari Empat Perkara Terakhir)


…dari kebenaran ini, suatu program doa secara terus-terusan diberikan kepada Hati Kudus Yesus. Melalui doa-doa penebusan ini, Tuhan menurunkan rahmat-Nya dan melalui doa-doa penebusan ini lah semua kutukan keluarga dineutralisasikan kalau tidak dipatahkan sepenuhnya…


Selepas membaca buku ini, saya mengatakan pada diri sendiri…mana ajaran yang betul tentang pematahan kutukan keluarga? Pengalaman saya menunjukkan setiap kumpulan karismatik mempunyai kecendurungan mengamalkan doktrinnya sendiri…berdasarkan intrepretasi alkitab (yang mana satu?) atau doktrin (yang mana satu?) oleh setiap ketua kumpulan karismatik..

No comments: